Diet

Shirataki untuk Diet, Efektif atau Sekedar Tren?

Beras shirataki kerap dimanfaatkan untuk program diet sehat karena kandungan seratnya yang tinggi. Beras shirataki sendiri sangat berpengaruh untuk menjaga kesehatan pencernaan dan pencegahan penyakit. Selain rendah kalori, beras shirataki juga sangat rendah karbohidrat, bebas kedelai, dan bebas gluten, sehingga sangat bermanfaat bagi mereka yang alergi kedelai dan gluten. Harganya pun cukup terjangkau dan pengolahannya pun juga mudah.

 

Bahan utama beras shirataki adalah Amorphophallus konjac yakni tumbuhan umbi-umbian. Sebelum diolah menjadi beras ataupun mie, umbi-umbian ini dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling hingga teksturnya seperti tepung. 

Secara umum, manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari nasi shirataki adalah karena serat glukomanan yang dikandungnya. Serat umumnya dikenal membantu menurunkan kolesterol, bertindak sebagai pencahar, mengurangi nafsu makan, dan membantu menurunkan berat badan. Glukomanan adalah serat larut yang dapat membesar berkali-kali lipat dari volume aslinya bila dikombinasikan dengan air. Hal ini bisa membentuk massa seperti gel di saluran pencernaan, sehingga membantu kamu cepat kenyang setelah makan dan dapat menahan rasa kenyang yang lebih lama. Karena kandungan serat glukomanan ini, shirataki bisa menjadi cara menurunkan berat badan yang ampuh. 

Faktanya, mengonsumsi sumber makanan yang mengandung serat glukomanan bisa membantu menurunkan kadar hormon ghrelin. Hormon ghrelin adalah hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal lapar ke otak.

Jika kamu tertarik untuk mencoba diet sehat dengan shirataki, pesan dengan mudah melalui website FITCO Indonesia. Tersedia berbagai menu makanan yang terbuat dari shirataki dan pastinya aman untuk diet sehatmu karena telah diawasi oleh ahli nutrisi bersertifikasi. Selamat mencoba!