Kecantikan

Perlu Tahu! Penyebab Nyeri Haid dan 4 Cara Menghilangkan Nyeri Haid

Bagi para wanita, kedatangan tamu bulanan sudah menjadi rutinitas yang kerap dialami. Beberapa mungkin tidak mengalami nyeri haid sama sekali, tapi beberapa ada yang mengalaminya dan bahkan termasuk parah sehingga menghambat aktivitas harian.

Sebenarnya, merupakan hal yang lumrah apabila seorang wanita mengalami nyeri haid. 

Saat menstruasi terjadi, otot-otot rahim secara bergantian dan berulang mengalami kontraksi dilanjutkan dengan rileks untuk membantu melepaskan lapisan yang menumpuk pada dinding rahim. Hal ini disebabkan oleh zat seperti hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam rasa nyeri dan peradangan sehingga memicu kontraksi rahim.

Maka dari itu, tidak heran jika terjadi kram perut. Perlu kamu ketahui, kadar prostaglandin yang tinggi kerap dikaitkan dengan kram menstruasi yang lebih parah.

Bahkan beberapa wanita mungkin akan mengalami rasa mual hingga muntah, sakit kepala, dan bahkan diare. Pada beberapa kasus yang sangat berat, ada yang bisa sampai pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit sehingga badan harus ‘shutdown’ sementara agar tubuh kamu mampu menanggung rasa sakit berlebih tersebut.

Namun, jika hal tersebut kerap terjadi, kamu harus mencari tahu penyebab nyeri haid berlebihan tersebut karena dapat mengacu kepada permasalahan kesehatan yang lebih serius.

Pada dasarnya, para dokter pun tidak yakin mengapa beberapa wanita bisa mengalami nyeri haid yang sangat berlebihan, sementara yang lainnya tidak. Tetapi, dilansir dari mayoclinic.org, berikut beberapa penyebab nyeri haid:

  • Endometriosis
    Jaringan yang muncul di rahim, paling sering di saluran tuba, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul. Penyebab nyeri haid satu ini kerap menjadi alasan utama nyeri haid berlebihan.
  • Fibroid rahim
    Penyebab nyeri haid bisa karena adanya pertumbuhan tumor non-kanker di dinding rahim. Fibroid rahim dapat mengganggu proses menstruasi karena otot rahim harus bekerja secara ekstra untuk meluruhkan lapisan dinding rahim. Akibatnya, pendarahan haid menjadi lebih banyak dan mengakibatkan rasa nyeri yang parah.
  • Radang panggul
    Penyebab nyeri haid bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual yang tidak diobati sehingga terjadi infeksi pada organ reproduksi wanita. Hal ini menyebabkan berlebihannya produksi prostaglandin, yang akibatnya adalah nyeri haid semakin terasa menyakitkan.
  • Adenomiosis
    Merupakan kondisi medis yang cukup langka, di mana jaringan yang seharusnya hanya melapisi rahim, tumbuh hingga ke otot dinding rahim. Akibatnya perdarahan menstruasi yang berat atau lebih lama dari biasanya.
  • Stenosis serviks
    Sama seperti adenomiosis, kondisi satu ini pun jarang terjadi. Tetapi, pada beberapa wanita yang memiliki stenosis serviks, leher rahimnya akan menyempit atau bahkan menutup sehingga menghambat aliran menstruasi. Alhasil, terjadi peningkatan tekanan di dalam rahim yang menimbulkan rasa sakit.

Lalu, bagaimana cara menghilangkan nyeri haid yang berlebih? Baca terus artikel ini untuk mengetahuinya, ya!

1. Jika tidak bisa menunda suatu aktivitas, konsumsi obat pereda nyeri

Cara menghilangkan nyeri haid pertama yang dapat dilakukan ialah mendapatkan obat pereda nyeri yang dijual bebas dan direkomendasikan untuk meredakan nyeri haid dan perdarahan menstruasi berat seperti ibuprofen dan naproxen.

Obat pereda nyeri mampu menurunkan produksi prostaglandin pada tubuhmu sehingga membantu mengurangi rasa sakit.

2. Gunakan handuk panas atau botol isi air hangat

Tempelkan ke perut dan punggung bagian bawah sebagai salah satu cara menghilangkan nyeri haid.

Sebuah studi pada 2012 menemukan bahwa rasa hangat sekitar 40° C yang ditempelkan ke perut dan punggung bawah sama efektifnya dengan ibuprofen, meski memakan waktu lebih lama dalam meredakan nyeri. Mandi air hangat juga bisa jadi salah satu alternatif, lho.

3. Pijat lembut bagian perut dan punggung bawah dengan minyak esensial

Cara menghilangkan nyeri haid satu ini memerlukan waktu kurang lebih 20 menit.

Kamu bisa menggunakan campuran minyak esensial lavender, clary sage, dan marjoram. Atau gunakan Period Relief dari Fitco yang dibuat dari kandungan minyak bunga matahari, biji anggur, vitamin E, dan 100% minyak esensial.

Jangan lupa untuk mengencerkan minyak esensial dengan minyak pembawa (seperti minyak VCO, minyak biji anggur, atau minyak almond). Perbandingannya ialah 1 tetes minyak esensial dengan 1 sendok teh minyak pembawa.

4. Hindari makanan yang menyebabkan kembung dan retensi air

Beberapa jenis makanan yang harus kamu hindari saat haid adalah makanan berlemak, alkohol, minuman berkarbonasi, minuman kafein, dan makanan asin. Sebagai gantinya, coba konsumsi teh jahe atau mint atau air panas yang diberi rasa lemon sebagai salah satu alternatif cara menghilangkan nyeri haid.

Saat menstruasi, kamu juga memerlukan asupan gula sebagai sumber energi, maka dari itu, buah-buahan bisa menjadi pilihan. Jika kamu sudah mencoba semua cara menghilangkan nyeri haid namun rasa sakit tetap sama atau makin parah di siklus menstruasi berikutnya, segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut, ya.