Tips

Cara Mudah Membaca Label Nutrisi pada Kemasan Makanan dan Minuman

Informasi nilai gizi atau nutrition facts adalah label yang tercantum pada kemasan makanan, berisikan informasi kandungan nutrisi makanan tersebut. Label nutrisi tersebut berguna untuk dijadikan bahan acuan kamu sebelum membeli makanan atau minuman tersebut. Label nutrisi ini lebih dari sekedar acuan untuk digunakan oleh orang-orang yang sedang menjalani diet, namun juga bermanfaat bagi orang-orang dengan kondisi medis tertentu ataupun seseorang yang sedang membatasi jumlah asupan kalori. 

Namun tak jarang orang-orang tidak menghiraukan informasi yang tertera pada label nutrisi karena tidak tahu cara membaca label nutrisi tersebut. Padahal, ada cara mudah membaca label nutrisi. Mari kita kupas bersama-sama:

 

Melihat Takaran Informasi

Saat melihat label nutrisi pada kemasan makanan, umumnya akan tertera saran penyajian (serving size). Informasi ini biasa tertulis dalam ukuran cup, buah, dan butir yang diikuti dengan satuan angka seperti gr, mg, atau kg. Saran penyajian merupakan estimasi jumlah makanan atau minuman yang biasanya dikonsumsi dalam 1 kali makan atau minum. Namun, saran penyajian bukan berarti rekomendasi jumlah makanan atau minuman yang harus kamu konsumsi. Semakin banyak sajian yang dimakan, semakin banyak kalori yang diperoleh.

Kalori merupakan jumlah energi yang kamu dapat dari porsi makanan/minuman yang dikonsumsi. Batas kalori harian sendiri biasanya merujuk pada angka kebutuhan kalori per hari sebesar 2000 kalori. Food and Drugs Association (FDA) mengelompokkan kadar kalori dalam kemasan sebagai berikut:

  • Rendah, jika kadar kalori mendekati atau sekitar 40
  • Sedang, jika kadar kalori mendekati atau sekitar 100
  • Tinggi, jika kadar kalori mendekati atau sekitar 400

 

Melihat Total Kandungan Nutrisi

Pada label nutrisi di kemasan makanan, umumnya tertera informasi kalori, lemak total, lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, sodium (garam), karbohidrat total, serat, gula, protein, vitamin, dan mineral. Dalam label nutrisi juga tertera jumlah (biasanya dalam persen) kebutuhan nutrisi harian. Beberapa kandungan yang perlu diperhatikan batas konsumsinya adalah lemak jenuh dan lemak trans, gula tambahan, dan garam (natrium/sodium). Kandungan nutrisi ini biasanya mudah ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Jika berlebih, akan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kanker.

 

Memperhatikan Komposisi Makanan secara Keseluruhan

Makanan yang dibuat dari lebih dari satu bahan makanan biasanya memiliki daftar komposisi yang umumnya termasuk dalam informasi di label nutrisi. Umumnya, daftar komposisi diurutkan dari jumlah terbanyak hingga yang paling sedikit. Kadar komposisi juga biasanya mencantumkan bahan makanan yang memiliki kandungan nutrisi sendiri. Contohnya jika kamu sedang mengurangi konsumsi gula, hindari juga makanan yang menggunakan bahan pemanis buatan atau gula tambahan seperti aspartam dan corn syrup. 

 

Bandingkan Label Nutrisi 

Jika kamu bingung memilih antara dua makanan kemasan, coba bandingkan kedua label nutrisi dari masing-masing makanan kemasan tersebut. Perbandingan langsung seperti ini dapat mengidentifikasi perbedaan kadar asupan nutrisi yang ada pada suatu produk, mana yang lebih tinggi atau yang lebih rendah. 

Untuk memudahkanmu, banyak pula sekarang gerai makanan yang selalu memasukkan label nutrisi di makanan siap saji mereka seperti FITCO Eats. Di seluruh makanan dan minuman yang disajikan, FITCO Eats selalu menyertakan kandungan nutrisi seperti protein, kalori, karbohidrat untuk menjadi acuan konsumsimu secara mudah.